smunsatuserang

komunitas online sma negeri 1 serang banten
 
IndeksFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Saya + Negara = Saya + Pacar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Aldi Ynu
ANAK BARU
ANAK BARU


Male
Jumlah posting : 17
Location : Yokohama
Job/hobbies : Student
Registration date : 10.10.07

PostSubyek: Saya + Negara = Saya + Pacar   Mon Nov 05, 2007 3:21 pm

saya bermaksud untuk membahas mengenai nasionalisme dan kaitannya dengan Indonesia. Saya teringat kepada perbincangan antara kedua rekan saya pada masa SMA yang menjadi awal inspirasi saya untuk menulis artikel ini.

A: Loe besok ikutan upacara bendera gak?
B: Ah, nggak ah, loe tau sendiri kalo gw tuh paling males ikut yang kayak gitu-gitu.
A: Payah loe, nggak nasionalis banget sih!

Perhatikan penggunaan kata nasionalis oleh si A. Terminologi nasionalisme sendiri memiliki makna yang sangat ambigu, dan saya rasa sebelumnya kita harus menyamakan persepsi kita mengenai definisi nasionalisme ini.
Silahkan disimak hingga akhir artikel dimana saya meminta saudara sekalian untuk menyebarkan suatu pesan yang sangat berharga ke seluruh dunia, pesan apakah itu?

Berikut ini adalah kutipan yang menarik dari beberapa ahli mengenai definisi kata nasionalisme:
Pride in one’s country or culture, often excessive in nature
The belief that groups of people are bound together by territorial, cultural and (sometimes) ethnic links. Although nationalism developed in the 19th century and led to the formation of the nations of Germany and Italy, it was the cause of some of the most dramatic events of the 20th century. ...
Nationalism, in its broadest sense, is devotion to one nation's interests over those of all other nations. ...
Jika kita lihat definisi-definisi nasionalisme yang saya kutip di atas, kita bisa menangkap adanya unsur negatif di dalam makna kata nasionalisme. Definisi pertama menunjukkan adanya rasa bangga bangsa yang berlebihan sedangkan definisi ketiga menunjukkan adanya usaha menempatkan kepentingan negara sendiri di atas kepentingan bangsa. Para politisi pun cenderung mengaitkan nasionalisme ke berbagai events yang menyebabkan terjadinya Perang Dunia I dan II seperti yang diberikan di definisi kedua di atas, misalnya bangkitnya Nazi di Jerman dan fasis Italia yang menyebabkan Perang Dunia II.

Menurut ilmu politik saya rasa ada 5 definisi nasionalisme yang bisa kita pikirkan:
State Nationalism: Keinginan untuk membentuk satu negara berdasarkan homogenitas ethnik, bahasa, agama, atau lebih luasnya, BUDAYA. Ini merupakan aplikasi kasus pembentukan negara Kroasia, Makedonia, Bosnia-Herzegovina, dan Slovenia yang sebelumnya merupakan bagian negara heterogen, Yugoslavia.
Separatist Nationalism: Keinginan untuk memisahkan diri dari negara yang sudah ada demi membentuk negara sendiri, seperti kita saksikan pada kasus Chechnya, Quebec, Kosovo, dan kaum Kurdi di Turki dan Iraq utara.
Unification Nationalism: Keinginan beberapa daerah untuk bersatu dan membentuk suatu negara independen, seperti yang kita saksikan pada kasus pembentukan negara Italia dan Jerman.
Renewing Nationalism: Keinginan untuk kembali bentuk asli bangsa karena dianggap sebagai tradisi yang harus dipertahankan, seperti pada kasus Jepang (Restorasi Meiji).
Liberal Nationalism: Keinginan untuk melepaskan diri dari koloni dan membentuk negara merdeka yang bebas dari pengaruh penjajah, seperti pada kasus pembentukan negara Amerika Serikat dari koloni Inggris.
Bisa kita saksikan bahwa asal muasal pengertian kata nasionalisme berasal dari pembentukan negara yang culturally homogenous, namun seiring perkembangan jaman saya merasakan adanya pergeseran makna nasionalisme, seperti yang kita saksikan pada kasus si A di atas. Saya sendiri cenderung mendefinisikan nasionalisme sebagai perasaan cinta dan bangga terhadap bangsa sendiri. Makna definisi menurut saya ini adalah penyempitan dari definisi kutipan pertama di atas.

Lantas, apa sih makna dari cinta dan bangga terhadap bangsa sendiri itu? Mari kita analogikan negara sebagai pacar kita. Mencintai seseorang adalah perasaan yang timbul ketika kita merasa nyaman berada bersamanya. Jika kita masukkan logika ini ke dalam cinta bangsa, saya bisa mengatakan bahwa walaupun sekarang saya tinggal di negara lain yang jauh lebih maju dari Indonesia, yang lebih bersih, lebih nyaman, dan lain sebagainya, cinta saya akan terus saya dedikasikan ke Indonesia.

Jika kita berbicara mengenai perasaan bangga, tentu ada yang kita banggakan. Saya teringat pada pertanyaan rekan saya yang sudah tidak bangga sama sekali dengan Indonesia, "Apa sih sebenernya yang loe banggain dari Indonesia?". Kita kembalikan lagi masalah ini ke analogi bangga terhadap pacar/istri/suami. Pernah dengar cerita tentang seorang nenek yang kehilangan suaminya yang berusia 90 tahun, dan melaporkannya ke satpam untuk mencarinya sembari memberikan definisi bahwa suaminya adalah orang yang sangat tampan, keren, dan sebagainya, dan jelas saja si satpam merasa kaget ketika menemukan bahwa orang yang dimaksud memiliki jumlah keriput yang lebih banyak dari pakaian adik perempuan saya yang tidak pernah diseterika. Seberapa pun jeleknya, seberapa pun bobroknya, itulah negara kita. Bangga buta donk? Jelas bukan, karena Indonesia masih memiliki banyak sekali hal mengagumkan yang bisa dibanggakan oleh kita sebagai warga negaranya.

Pesan saya melalui artikel ini sangat jelas, sebarkanlah seluas-luasnya kehebatan negara kita, kedahsyatan negara kita, gaungkan nama Indonesia ke seluruh penjuru dunia, biarkan mereka semua tahu segala hal yang bisa Indonesia tawarkan ke dunia internasional. Alasan yang menyebabkan saya membuat artikel ini adalah semata-mata karena semakin banyaknya generasi muda yang kehilangan kebanggaan terhadap Indonesia, baik karena alasan bodoh seperti karena adanya larangan berciuman di depan umum (this is true) hingga alasan seperti tidak tahu apa yang ia banggakan, dan tidak terpenuhinya hak-haknya sebagai individu Indonesia.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Saya + Negara = Saya + Pacar
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
smunsatuserang :: Berita :: Dalam Negeri-
Navigasi: